Artikel

Kebiasaan yang Perlu Dihindari Demi Mata yang Sehat

30 Desember 2025
PUSKESMAS CANGKOL
121
Bagikan ke
Kebiasaan yang Perlu Dihindari Demi Mata yang Sehat

Di era digital seperti sekarang, smartphone dan laptop sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Namun, penggunaan yang berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental. Kemenkes mengingatkan kita untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dengan menghindari 5 kebiasaan buruk berikut ini.

1. Baca Buku atau Main HP Sambil Rebahan

Kebiasaan ini terasa nyaman, tapi sangat berbahaya! Posisi rebahan merusak postur tubuh, menyebabkan nyeri leher dan punggung, mengganggu penglihatan, serta meningkatkan risiko text neck syndrome.

Solusinya: Duduk tegak dengan posisi ergonomis, jaga jarak layar minimal 30-40 cm dari mata.

2. Membaca di Ruangan Gelap atau Minim Cahaya

Membaca atau menggunakan gadget dalam pencahayaan buruk memaksa mata bekerja lebih keras dan menyebabkan kelelahan mata digital (digital eye strain). Dampaknya: mata cepat lelah dan kering, sakit kepala, penglihatan kabur, hingga gangguan penglihatan jangka panjang.

Solusinya: Pastikan ruangan memiliki pencahayaan cukup, gunakan fitur night mode pada gadget di malam hari.

3. Membaca Terlalu Dekat

Membaca atau melihat layar terlalu dekat membuat mata bekerja ekstra keras untuk fokus. Dalam jangka panjang, ini mempercepat penurunan kualitas penglihatan, terutama pada anak-anak. Jaga jarak ideal layar dari mata 30-40 cm, untuk buku minimal 25-30 cm, dan atur ukuran font agar nyaman dibaca.

4. Terlalu Lama Menatap Layar HP/Laptop

Banyak orang menghabiskan 8-12 jam per hari menatap layar tanpa istirahat cukup. Akibatnya: mata perih dan kering, penglihatan kabur, sakit kepala, sulit fokus, serta leher dan bahu tegang.

Terapkan Aturan 20-20-20: Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Metode sederhana ini sangat efektif mengurangi kelelahan mata.

5. Doom Scrolling Lebih dari 3 Jam per Hari

Doom scrolling adalah kebiasaan scroll media sosial tanpa henti, sering kali membaca berita negatif yang memicu kecemasan. Kebiasaan ini merusak mata dan kesehatan mental: meningkatkan stres dan kecemasan, mengganggu kualitas tidur, menurunkan produktivitas, hingga memicu depresi dan FOMO.

Tips mengatasinya: Set timer penggunaan media sosial (maksimal 2-3 jam/hari), matikan notifikasi tidak penting, jadwalkan digital detox rutin, dan ganti scrolling dengan aktivitas produktif.

Lima kebiasaan digital yang merusak kesehatan: membaca sambil rebahan, ruangan gelap, jarak terlalu dekat, terlalu lama menatap layar, dan doom scrolling berlebihan. Hindari kelimanya untuk melindungi mata, postur tubuh, dan kesehatan mental Anda.

Yuk, mulai hidup lebih sehat di era digital! 💚

Sumber: Kemenkes RI

Bagikan artikel ini jika Anda merasa bermanfaat! Mari sebarkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan digital.




Bagikan ke