Artikel

Campak: Penyakit Menular yang Masih Ada dan Cara Pencegahannya

13 Januari 2026
PUSKESMAS CANGKOL
30
Bagikan ke
Campak: Penyakit Menular yang Masih Ada dan Cara Pencegahannya

Campak adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus morbillivirus dan sangat mudah menular, terutama melalui percikan cairan pernapasan saat penderita batuk, bersin, atau bicara. Meski sering dianggap penyakit biasa, campak bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat. 

Gejala campak biasanya dimulai dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah berair. Setelah beberapa hari, muncul ruam merah khas yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh. Penyakit ini bisa mengakibatkan komplikasi seperti pneumonia, diare berat, sampai radang otak jika tidak mendapatkan penanganan yang baik. 

Campak dan Rubella Masih Ada di Indonesia

Banyak orang masih beranggapan bahwa campak dan rubella sudah tidak ada di Indonesia, namun kasusnya masih ditemukan di beberapa daerah. Kedua penyakit ini tetap merupakan ancaman kesehatan bagi anak-anak jika tidak dilakukan upaya pencegahan optimal. 

Pencegahan Terbaik: Imunisasi MR

Cara paling efektif mencegah campak dan rubella adalah melalui imunisasi MR (Measles-Rubella). Program imunisasi ini masuk dalam jadwal imunisasi rutin anak di Indonesia dan dianjurkan diberikan pada usia:

  • 9 bulan (dosis pertama)

  • 18 bulan (booster)

  • Program lanjutan di sekolah dasar

Imunisasi ini membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus penyebab campak dan rubella, sehingga risiko tertular dan mengalami komplikasi bisa ditekan secara signifikan. 

Peran Orang Tua dan Komunitas

Selain imunisasi lengkap, menjaga kebersihan tangan, etika batuk/bersin yang baik, serta menghindari kontak dengan orang sakit dapat membantu mencegah penularan virus campak. Orang tua juga dianjurkan mengecek dan melengkapi status imunisasi anak melalui fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau posyandu.


Sumber: ayosehat.kemkes.go.id

Bagikan ke